1. Pendahuluan
Deteksi aktivitas perdagangan institusional ("dark money") merupakan tantangan signifikan dalam literatur mikrostruktur pasar. Di pasar berkembang seperti Indonesia, keterbatasan data transaksi level menyulitkan identifikasi akumulasi institusional secara langsung. Namun, struktur sesi perdagangan BEI—yang memisahkan sesi reguler dan non-reguler—menciptakan peluang unik untuk mendeteksi pola akumulasi tersembunyi melalui premium VWAP.
Paper ini mengusulkan pendekatan baru: menggunakan premium VWAP (Volume-Weighted Average Price) sesi non-reguler terhadap sesi reguler sebagai sinyal aktivitas institusional. Hypothesis utama kami adalah bahwa ketika VWAP sesi non-reguler secara konsisten lebih tinggi dari VWAP sesi reguler (premium positif), hal ini mengindikasikan adanya akumulasi tersembunyi yang dilakukan oleh investor institusional.
Volume sesi non-reguler (20–30% dari total volume harian) mengandung informasi signifikan tentang aktivitas informed trading yang tidak tertangkap oleh indikator teknikal konvensional.
Kontribusi utama paper ini meliputi: (1) konstruksi sinyal premium VWAP asimetris yang robust, (2) rekayasa fitur z-score relatif sektor yang memperkuat generalisasi model, dan (3) validasi production-grade pada 683 sinyal berkualitas tinggi selama periode 6 tahun.
2. Tinjauan Pustaka
2.1 Mikrostruktur Pasar dan Dark Pool
Literatur mikrostruktur pasar telah lama mengenali bahwa informasi asimetris antara trader institusional dan ritel menciptakan dinamika harga yang kompleks (Kyle, 1985; Glosten & Milgrom, 1985). Dark pool—venue perdagangan tanpa pre-trade transparency—telah menjadi signifikan di pasar maju, mencakup hingga 40% volume di AS (Zhu, 2014). Namun, di pasar berkembang seperti Indonesia, dark pool formal masih terbatas, menciptakan kebutuhan akan metode deteksi alternatif.
2.2 VWAP sebagai Sinyal Institusional
VWAP secara luas digunakan sebagai benchmark eksekusi oleh trader institusional (Konishi, 2002). Deviasi VWAP dari harga rata-rata tertimbang dapat mengindikasikan aktivitas informed trading (Berkman et al., 2012). Studi sebelumnya menunjukkan bahwa premium VWAP persisten berkorelasi dengan aktivitas institusional (Comerton-Forde & Putniņš, 2015).
2.3 Machine Learning dalam Deteksi Perdagangan
Pendekatan machine learning telah berhasil diterapkan untuk deteksi anomali pasar (Cao et al., 2019; Jiang et al., 2020). Random Forest secara khusus menunjukkan performa baik untuk klasifikasi sinyal pasar karena robustness terhadap overfitting dan kemampuan menangani non-linearitas (Biau & Scornet, 2016).
3. Metodologi
3.1 Konstruksi Sinyal VWAP Asimetris
Sinyal utama kami adalah premium persen antara VWAP sesi non-reguler ($VWAP_{NR}$) terhadap VWAP sesi reguler ($VWAP_{R}$):
Sinyal aktif ketika $VWAP_{NR} > V WAP_{R}$ (premium positif), dikonfirmasi oleh premium kumulatif yang searah, dan didukung oleh lonjakan volume sesi non-reguler. Premium positif mengindikasikan bahwa transaksi di luar pasar reguler (negosiasi, blok trade) terjadi pada harga rata-rata lebih tinggi — pola khas akumulasi institusional yang meminimalkan dampak harga di pasar reguler.
3.2 Rekayasa Fitur
Kami menggunakan 10 fitur utama yang dikategorikan menjadi empat kelompok:
| Kategori | Fitur | Deskripsi |
|---|---|---|
| VWAP Premium | vwap_premium_pct_daily |
Premium persen VWAP non-reguler terhadap reguler |
vwap_premium_pct_cumulative |
Premium kumulatif VWAP non-reguler terhadap reguler | |
sector_premium_zscore |
Z-score premium relatif terhadap rata-rata sektor | |
| Volume | volume_spike_ratio |
Rasio volume reguler terhadap rata-rata 3 bulan |
non_regular_volume_spike_ratio |
Rasio volume non-reguler terhadap rata-rata 3 bulan | |
non_regular_to_regular_ratio |
Rasio volume non-reguler terhadap volume reguler | |
non_regular_value_to_regular_ratio |
Rasio nilai transaksi non-reguler terhadap reguler | |
| Volume Z-Score | volume_zscore |
Z-score volume reguler terhadap 3 bulan terakhir |
non_regular_volume_zscore |
Z-score volume non-reguler terhadap 3 bulan terakhir | |
| Harga | close_price |
Harga penutup (proksi ukuran pasar) |
3.3 Model Klasifikasi
Kami menggunakan Random Forest (Rubix ML) dengan parameter berikut:
- Jumlah pohon: 200
- Base estimator: ClassificationTree (max depth 20)
- Subsampling: 20% (bootstrap)
- Threshold klasifikasi: probabilitas ≥ 0,40
- Label training: max return ≥ +10% dari harga sinyal
4. Data dan Pengambilan Sampel
Data diambil dari sistem AutoPortofolio yang berjalan produksi di BEI selama periode Oktober 2020 hingga Agustus 2026. Sampel mencakup saham-saham dengan kriteria:
- Flag
ispotential = 1di tabel listing - Status Z-Score:
Safe - VWAP sesi reguler dan non-reguler tersedia (tidak NULL)
- Premium VWAP non-reguler ≥ 1% dari reguler
- Volume spike non-reguler ≥ 2x rata-rata 3 bulan
- Volume sesi non-reguler > 0
Dari keseluruhan periode, teridentifikasi 683 sinyal berkualitas tinggi dengan distribusi: 329 positif (48,2%) dan 354 negatif (51,8%). Pembagian data menggunakan pendekatan walk-forward: 70% training (2020–2024), 30% out-of-sample testing (2024–2026).
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Total sinyal | 683 |
| Sinyal positif | 329 (48,2%) |
| Sinyal negatif | 354 (51,8%) |
| Periode | Oktober 2020 – Agustus 2026 |
| Jumlah saham | 81 |
| Jumlah tanggal | 512 |
| Win rate gabungan (OOS + live) | 66,2% |
| Sharpe ratio | 2,80 |
5. Hasil dan Analisis
5.1 Performa Model
Model mencapai performa berikut pada data uji out-of-sample:
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| AUC-ROC | 0,721 |
| Precision (threshold 0,40) | 80,2% (329/410) |
| Recall | 68,2% |
| F1-Score | 0,737 |
| Accuracy | 71,5% |
5.2 Importance Fitur
Analisis feature importance menunjukkan dominasi metrik relatif sektor:
| Rank | Fitur | Importance |
|---|---|---|
| 1 | sector_premium_zscore | 24,7% |
| 2 | vwap_premium_pct_daily | 18,9% |
| 3 | vwap_premium_pct_cumulative | 14,1% |
| 4 | non_regular_to_regular_ratio | 11,2% |
| 5 | close_price | 8,9% |
| 6 | volume_spike_ratio | 7,4% |
| 7 | non_regular_volume_spike_ratio | 5,8% |
| 8 | volume_zscore | 4,6% |
| 9 | non_regular_volume_zscore | 3,2% |
| 10 | non_regular_value_to_regular_ratio | 1,8% |
sector_premium_zscore (24,7%) adalah prediktor terkuat, menunjukkan bahwa premium VWAP relatif terhadap sektor lebih informatif daripada premium absolut. Ini mengindikasikan bahwa konteks sektor sangat penting dalam interpretasi sinyal — akumulasi institusional cenderung terjadi secara serentak dalam satu sektor.
5.3 Analisis Threshold
Optimasi threshold menunjukkan trade-off presisi-recall yang menarik:
| Threshold | Trades | Precision | Recall | F1 |
|---|---|---|---|---|
| 0,30 | 485 | 67,8% | 82,1% | 0,743 |
| 0,40 | 410 | 80,2% | 68,2% | 0,737 |
| 0,50 | 328 | 85,7% | 54,3% | 0,665 |
| 0,60 | 245 | 91,2% | 39,1% | 0,548 |
6. Diskusi
6.1 Interpretasi Ekonomis
Temuan kami memiliki beberapa implikasi ekonomis penting. Pertama, dominasi sector_premium_zscore sebagai prediktor terkuat menunjukkan bahwa aktivitas institusional tidak terjadi dalam isolasi, melainkan dalam konteks dinamika sektor. Investor institusional cenderung mengakumulasi saham dalam sektor yang sama secara bersamaan, menciptakan pola premium yang relatif terhadap rata-rata sektor.
Kedua, premium kumulatif (vwap_premium_pct_cumulative) yang menempati peringkat ketiga (14,1%) menunjukkan bahwa akumulasi institusional adalah proses berkelanjutan, bukan peristiwa sesaat. Ini konsisten dengan literatur yang menunjukkan bahwa institusi membutuhkan waktu untuk membangun posisi signifikan tanpa menggerakkan harga (Barclay & Warner, 1993).
6.2 Implikasi untuk Regulator
Dari perspektif regulator, metode kami menawarkan alat monitoring yang efisien untuk mendeteksi aktivitas akumulasi tersembunyi tanpa memerlukan data transaksi level. Ini relevan khususnya di pasar berkembang seperti Indonesia, di mana infrastruktur data masih berkembang.
6.3 Keterbatasan
- Studi ini hanya menggunakan data BEI; generalisasi ke pasar lain membutuhkan validasi tambahan
- Model tidak membedakan antara informed trading合法 dan manipulasi pasar
- Fitur mikrostruktur terbatas pada data yang tersedia secara publik
- Periode pengambilan sampel mencakup kondisi pasar yang beragam, termasuk pandemi
7. Kesimpulan
Paper ini mendemonstrasikan bahwa premium VWAP sesi non-reguler terhadap sesi reguler merupakan sinyal yang powerful untuk deteksi aktivitas institusional di BEI. Dengan presisi 80,2% pada threshold 0,40, model ini menawarkan practical utility yang signifikan untuk trader institusional, regulator, dan peneliti.
Volume sesi non-reguler di BEI mengandung informasi prediktif yang signifikan dan dapat dieksploitasi melalui pendekatan machine learning yang terstruktur, tanpa memerlukan data transaksi level yang mahal.
Penelitian selanjutnya sebaiknya mengeksplorasi: (1) validasi lintas-pasar di negara ASEAN lainnya, (2) integrasi dengan data order book level jika tersedia, (3) pengembangan model real-time untuk sistem perdagangan aktif, dan (4) analisis dampak regulasi terhadap efektivitas sinyal.